Keseharianku

part 1

mengenai keseharian

Keseharianku tidaklah lebih dari seorang bayi.

Diberi waktu dengan panjangnya dalam sehari semalamku, namun apa yang telah tercipta dari setiap harinya? Hanya kesenangan semata tanpa kejelasan untuk berikutnya. Duniaku, bukanlah apa yang sekarang kau ingin. Namun duniaku adalah dunia yang hanya diriku sendiri yang mengalaminya.

Pernahkah kau menjalani keseharian seperti layaknya seorang bayi? Tentu saja pernah. Apa ? dikala kau sakit. Entah itu sakit ringan ataupun berat. Pernahkah kau tersenyum dikala sakit? Tentu jarang bahkan tidak sama sekali. Saat tenggorokanmu haus yang kau bisa hanyalah memanggil seseorang yang dekat denganmu. Tanpa kau sendiri yang melakukannya. Saat kau merasa jenuh, yang kau bisa hanyalah merengek dan menangis dalam hati. Sambil berdoa “ya Allah sembuhkan lah aku” lantas apa yang akan kau lakukan setelah sembuh itu? Bermain sepuasnya? Makan enak tanpa merasakan penderiataan orang lain? Atau malah kau menjadikan sehatmu sebagai ajang mengekspresiakn diri untuk menjauhi sang pemberi sehat kepadamu?

Tentu itulah yang sedang aku alami. Entah kenapa keseharianku begitu banyak mendua dalam segala hal. Satu hal yang aku anggap tidak sepele, saat ku membuka akun social network yang orang bilang itu fesbuk. Mataku merespon bacaan yang seorang ternama membuatnya. Yang ku ingat, Disana tertulis ENGKAU BERTENAGA DISAAT ORANG LAIN TERTIDUR DAN KAU MULAI BEKERJA, NAMUN DISAAT ORANG LAIN GIAT BEKERJA KAU MALAH BERMALAS-MALASAN dalam hati ku berkata “ya Allah, mengapa orang ini menulis apa yang sedang aku kerjakan? Apakah dia mempunyai indra ke6 untuk menasehatiku dari jauh? Atau aku sendiri yang terasa saat melihat tulisan itu?” dari semenjak itu, baru aku rasakan betapa sia-sianya hidupku ini. Setiap hari hanya mengutamakan kepentingan yang amat sangat tidak penting di mata sang pemberi rizki.

Tidak hanya itu, setiap bait sa’ir yang ku dengar pada alat elektro ku terasa cepat temponya dan aku ingin sekali meniru tempo tersebut. Maka aku mulai mencari lirik dari sa’ir tersebut. Dan mengulang untuk menirunya. “ASTAGFIRULLOHAL ADZIM” apa yang telah saya perbuat? Apakah ini yang dinamakan hawa nafsu? Sehingga kewajibanku untuk membaca ayat qouliyah Allah tertinggal begitu saja?

Bahkan dari itu!!!! Sa’ir dari setiap bait tempo yang kumainkan begitu indahnya dan terasa seakan melihat kenangan bersama teman seperjuanganku waktu dulu. Memperhatikannya, kontan jari ini bergegas melihat fesbuk lagi dan menulis di kolom “apa yang anda fikirkan” bahwa aku sedang merindukan teman-teman seperjuanganku. Owh owh owh ….. langkahku salah tuk yang kesekian kalinya. Sedangkan sabda dari Rosul yang diutus untuk menyebarluaskan islam aku lupakan dan jarang membukanya. ALLOHUAKBAR apa yang sebenarnya sedang aku kerjakan?

Hemhhhh, amat sangat disayangkan. Hidup seakan tak bermakna lagi bila ku kenang apa yang ku perbuat, belum lagi libido adik kecilku yang ingin merasakan “nya” hampir rutin ku ajak dia kesana. Sedangkan mata ini sering melihat bacaan bahayanya do it^. dengan tenang, perasaanku bicara “selama belum ada efek, maka akan baik-baik saja” itu dulu, saat ku mulai dengan nya. Dan sekarang rasanya ingin ku cabut ucapanku.

Ada yang bilang bahwa kebiasaan manusia berjalan dari bayi ke dewasa dan ke aki-aki. Itu menunjukan ada 3 fase manusia dalam merasakan hidup. Sedangkan fase bayi dengan aki-aki itu sama fasenya. Dan yang saat ini kujalani adalah fase diantara keduanya. “ya Allah jadikanlah fase hidupku kali ini menjadi fase yang begitu berarti dan dapat mengumpulkan serta meraih ridhoMu, amin ya Allah ya Rrob”

Sepenggal kisah dari seseorang yang mengaku di online dengan nama populernya alfadcs.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s