Keseharianku, selalu memikirkan Ayah dan Ibu

Ayah….  ku tau sekarang kau menderita oleh sikap dan sifatku. ketika ku selalu membuatmu gelisah tanpa arah. Maafkan aku ayah, yang sering membuatmu marah yang sering membuatmu jengkel dan resah. Kuingat kenangan indah sore itu yang menjadikan aku seorang yang pandai sampai saat ini. Kau ajarkan ilmu kehidupan yang berguna pada jiwa ini. Kau berikan pengetahuan yang telah kau alami sebelum hidupku ada. Pengorbananmu bagaikan alunan udara segar yang kuhirup di pegunungan hijau nan indah. Bagaikan air jernih tanpa bakteri dan kuman yang setiap kali ku minum. Semua suka dan kasihmu selalu menemaniku setiap harinya.

Entah mengapa rasa begitu berubah saat semuanya tak terkendalikan. Saat dunia ini mulai Allah putarkan. Saat kejadian demi kejadian bergulir menghiasi ruang, ruang jiwa yang pasrah. Memang benar apa yang telah ditentukan oleh Nya. Kita hanya memperbesar rasa ikhlas kepadaNya. Itu adalah hal yang terbaik duhai ayah. Ini hanyalah luapan hati yang tak mampu terungkapkan. Luapan hati yang merindukan belai kasih mu ayah. Akulah anakmu yang dulu kau belikan mainan setiap pekannya. Dan terkadang ku memaraahimu tanpa sebab pasti, ku sering melukai hati dan perasaanmukujadikan kau seolah pembantu rumah tanpa upah. Namun kau tetap besar hati mengurusku dan membesarkanku. Sampai saat ini kau belum merasakan apa yang dulu kurasakan saat kecil. Ku ingin kau memberi maaf kepadaku tuk yang kesekian kalinya. Setelah kesalahan selalu ku perbuat. Begitu besar dan beratnya perjuanganmu untuk menghidupiku sampai sekarang, sangat besar energy yang kau keluarkan untuk menyekolahkanku. pantas saja Allah dan Rosulnya mengutamakan kedua orang tua setelah itu.

untukmu ibu

Ya Rrob, dalam kenikmatan yang kau beri aku memohon agar kau menyayangi kedua orang tuaku seperti mereka menyayangi ku saat aku di timang dalam pangkuan ibu dan gendongan ayahku. Keras kehidupan tak membuat niatnya surut untuk membesarkanku. Tak pernah henti memberikan tenaganya hanya untuk aku.

Ibu,,, kau lah wanita terindah dan terbaik di dunia ini. Ku ingat saat dimana kau memberikan kasih sayang sepenuhnya terhadapku.  Tapi aku,,, hanya bisa membuat luka di hatimu.

Malam yang gelap, kau lah penerangku. Terik siang yang panas, kau lah tempat bereduh bagi ku. Goncangan samudra dapat kau tahan untuk ku. Untuk anakmu yang selalu merepotkan saat kecil dulu.

Sesampainya dewasa, baru kurasakan indahnya kebersamaan. tapi saat ini, hati ku menangis, sedih tiada henti memikirkan kalian. Ku ingin memelukmu ibu, ingin kurasakan saat dulu kau menimangku. Aroma tubuhmu bagai putrid dalam kerajaan. Kasih sayangmu bagai mentari yang tiada henti bersinar setiap pagi. Ibu,,,,, aku rindu padamu. Dalam lubuk hati yang terdalam ku keluarkan air mata hingga tak tersisa.

Ya Allah, maafkan kesalahanku padaMu dan kepada orang tua ku. Merekalah orang yang ikhlas menurutku.

Ya Allah selamatkanlah ibu dan ayahku dari segala bencana.

Ya Allah tabahkanlah hati keduanya.

Ya Allah engkau kini tahu apa yang sedang ku rasakan. Rasa rindu ini semoga menjadi doa agar mereka selamat dimanapun berada dan kapanpun mereka ada.

 

Amien Ya Allah Ya Rrobbal Alamien

2 thoughts on “Keseharianku, selalu memikirkan Ayah dan Ibu

  1. hhmmmh…
    maka disetiap detik dan jantung yang berdetak sesekali aku slalau memikirkan kalian
    dikala semua yang aku pikirkan hanya ayah dan ibu
    dimana setelah sholat aku hanya berdoa untuk kalian
    semoga kasih sayang yang kalian pernah berikan dibalas oleh alloh..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s