Adik Bungsu yang Tercinta

^_^

kau menyapa dunia pada tahun 2002. terlahir dari rahim ibu yang sama, kau adalah adik laki-laki ku yang tangguh. ayah dan ibu bilang, dulu,,, aku sepertimu. terlahir sehat, putih bersih dan sedikit menangis di setiap harinya. terlihat lucu saat kau masih bayi, hingga usiamu 1 tahun, kau masih terlihat mungil seperti bayi. seharusnya kau sudah pandai berjalan di usiamu yang kedua. inilah masa indah bagimu. suatu masa dimana orang lain menyayangimu. begitu pun diriku. senang sekali mempunyai adik laki laki, yang nantinya akan bermain tembak tembakan dengan ku, ataupun bermain bola dilapangan bersamaku. saat kau masih kecil pun aku selalu bermain bersamamu. riang rasanya hari hari bersamamu.

hingga suatu saat, ayah dan ibu bertanya tanya; kenapa ya andikha (nama adik ku) perkembangannya tidak

andhika dan teman teman

seperti yang lain?

kau sama seperti teman teman seusiamu, tetapi perkembangan mentalmu begitu berbeda. ternyata Allah berkata lain pada mu dik, kau mempunyai masalah dalam perkembangan mental (dokter bilang itu namanya autis) . sebuah gejala pertumbuhan mental yang kurang sempurna.meskipun kau sedikit berbeda dengan yang lain. tapi rasa sayang dan kasih ini untukmu. dengan kekuranganmu seperti itu kau masih terlihat lucu dan menggemaskan.
kau akan selalu mengisi hati untuk selalu ku fikirkan. kau akan selalu ada dalam fikiran meskipun kau tidak ada disini,
baik baik di rumah ya dik, jangan nakal. teruslah belajar segala sesuatu yang dapat kau lakukan.
aku disini selalu berdoa untukmu.

kakakmu tercinta.

4 thoughts on “Adik Bungsu yang Tercinta

  1. hmmmh… Sudahlah…
    Rasa itu adalah rasaku juga
    ingin itu adalah inginku juga
    kaka sangat banga dengan apa yang telah diberikan alloh,
    walau terkadang dalam hati kecil menolak untuk menerimanya.
    Hmmh…
    terkadang setiap waktu slalu berpikir dalam diri,
    aku sebagai anak pertama dari seibu sebapa belum pernah memberikan yang terbaik untuk adik bungsu
    (#ngetik sambil netes airmata)
    pernah merasa angkuh dalam diri,
    jika adiku besar kelak… Siapa siapa yang menanyakan adiku aku akan banga mengaku sebagai kakanya.
    (;(sambil nangis ngetiknya)
    dan semua itu bertolak belakang dengan keadaan.
    tapi ya sudahlah apapun itu pemberian dari sang pencipta aku lapang dada untuk menerimanya.

    TETAP OPTIMIS!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s