Pada saat itu, keledai adalah julukanku.

tidak mengambil hikmah

Bagaimanapun itu terjadi, tapi tetap sampai sekarang hikmahnya masih menemeniku setiap ku bermain di dunia maya ini.

Bermula pada 5 bulan ku mempunyai papan komputerku, acer hitam 14” dengan aplikasi yang masih standar. Pada saat itu komunikasi di dunia maya ku lakukan dengan hp 6131 si hitam kecil julukannya. Kebodohanku yang pertama adalah “mengapa aku boroskan uangku untuk hal yang tidak penting ini?” sesuatu hal yang tidak bermanfaat untuk nantinya, apa? Menghabiskan pulsa begitu saja tanpa mencari informasi cara berhemat internet menggunakan seluler. Barulah saat itu aku coba ini itu untuk memuaskan hasratku bermain di dunia maya. Selang beberapa kejadian, akhirnya ku tabungkan sebagian jatah pulsaku pada kotak keju berwarna biru. Bila kuingat kesana, seharusnya uangku dapat aku belikan untuk sepatu baju baruku. Tak apa lah, itulah buah dari suatu ketidaktahuan.

Kebodohanku yang kedua “mengapa aku habiskan waktu berhargaku untuk dunia yang tak jelas nantinya?” hanya menjelajahi tulisan elektro tanpa mengambil secuil pelajaran darinya?. Barulah disana aku mengerti bahwa ilmu yang bisa kudapatkan dari sana sangatlah banyak. Sehingga aku memulai membatasi hariku untuk mengontrol seberapa jauh ku terlena oleh nya. Dan memulai untuk mengambil lebih banyak lagi informasi yang sangat bermanfaat untuk kehhidupan ini.

Belum lagi social network ku kala itu, yang ku anggap masih baru dalam pikiranku. Dan merasa asyik saat ku membukanya. Apa kah itu? Facebook.com yang didalamnya aku dapat berbicara dengan teman lama yang terakhir kali aku jumpai. Ku unggah semua fhoto terbaiku disana, ku coba beberapa aplikasi menarik didalamnya, dan aku menulis kata hikmah yang sebelumnya kubaca dari buku dan majalah. Hingga memberi sedikit nasehat pada orang yang sama sekali tidak aku kenal siapa dia. Sampai akhirnya ku terlalu berperasaan saat mengoprasikan fesbuk itu, sehingga tanpa senaja selalu terfikirkan dalam kegiatan sehari hari tanpa batas. Tak bisa ku lewatkan sebelum dan saatku beraktifitas untuk meninggalkan social network tersebut. Begitulah aku. Tapi saat ini, aku mampu untuk menguasai nafsuku untuk melihatnya kapanpun dimanapun.

Hingga ku berpikir, si hitam kecilku ini tertalu sempit untuk dunia mayaku. Aku pun memulai untuk menyambungkan kedua

di balik hikmah

komponenku untuk menjelajahi lebih luas dunia internet. Sungguh betapa bahagianya aku dapat kembali lagi berselancar dengan perangkat computer serta lekas status ku ganti seolah aku memulai dunia baruku.. he he he he he gumamku……

Ku teringat bahwa aku pernah menghabiskan waktu tanpa jelas di dunia baruku ini. Mulai ku gunakan sarana network untuk berdakwah dan mulai ku rubah pola hidup menjadi seperti di pesantren dulu. Status ku buat seakan aku penuh dengan nuansa islam, dakwah dan amal sholeh Serta penuh dengan kata bijak.

Hufh,,,,, entah bagaimana pun, harus berusaha agar dunia nyata dan maya akan ku rubah menjadi dunia yang begitu baik dan begitu bermanfaat, tidak hanya sekedar bermain tanpa mengambil hikmah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s